Kaki-kaki kecil tanpa alas berjalan perlahan di siang hari.
Teriknya matahari yang menyengat tak menyurutkan langkahnya untuk mengais rezeki.
demi sesuap nasi ia rela melawan panasnya matahari.
Tak hanya sampai disitu perjuangannya.
Si kaki kecil pun rela berdempulkan debu dan menghirup asap jahat dari kendaraan yang lewat didekatnya.
Ternyata tak hanya siang hari, malam pun si kaki kecil tetap menyusuri setiap lampu merah.
Sambil memasang muka melas, berharap ada yang iba melihat dirinya.
Tetap tanpa alas kaki dan baju penuh tambalan, dia bekerja tanpa malu sedikitpun.
Kasihan nasib si kaki kecil, harus merelakan waktunya mencari rezeki demi sesuap nasi.
Dia relakan waktu bermain,istirahat bahkan sekolahnya.
Lalu, kemanakah orang tua mereka?
Mengapa mereka tega membiarkan si kaki kecil mencari rezeki dengan mengemis?
Apa mereka tak ingin si kaki kecil sekolah dan bermain seperti anak-anak lainnya?
Hanya Tuhan yang tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar